Oct 2, 2011

Tiga Perayaan

Suatu hari aku ngobrol dengan mamaku, bukan sebuah obrolan serius sebenarnya. Aku memiliki keinginan jika menikah, ingin dirayakan secara sederhana saja. Tapi bukan berarti tanpa biaya besar tentunya, aku bilang bahwa aku ingin uang yang diberikan orangtuaku, ya semacam hadiah, atau biaya pernikahan tersebut aku gunakan untuk hal yang bermanfaat, misalnya… rumah, domba (untuk akikah), atau aku gunakan untuk berwirausaha.

Liat Deh, Ngapain Ikan Paus ikut Si Barongsai?

Mamaku bilang, bagi manusia, apalagi seorang ibu, ada 3 perayaan yang ingin dirayakan secara simbolis; kelahiran, pernikahan, dan kematian. Setiap orang tua ingin memperlihatkan rasa sayang mereka terhadap anaknya dengan memperlihatkan kebanggaan mereka dengan sebuah acara. Salah satu acara suka cita adalah sebuah pernikahan, dimana waktu yang tepat untuk memperlihatkan gengsi (dalam hal positif) kepada orang lain. Kita (anak) adalah wujud orang tua, mereka ingin mewujudkan hal yang dulu, dalam hidup mereka, tidak terealisasikan. Itulah kenapa Bapakku yang tak sempat menyelesaikan Sekolah Dasar, ingin aku jadi dosen, kuliah S2, yaa… hal-hal berbau pendidikan tinggi. Dan mungkin saja, mamaku menginginkan sebuah acara pernikahan yang indah, itulah sebabnya, sekarang aku ingin jika aku menikah aku mau semua hal mamaku yang mengurusnya, aku tak ingin memiliki konsep seperti apa, atau bagaimana.

Aug 31, 2011

Ordinary... Logics

Beberapa waktu yang lalu aku melihat liputan tentang orang-orang jenius, yup, genius! Pernahkah kita bermimpi bagaimana rasanya menjadi spesial dan jenius? Kalo aku: sering. Tapi pada akhirnya aku mendapati bahwa aku bukanlah manusia jenius ataupun spesial, aku tidak punya kemampuan menyelesaikan rubiks selama satu detik (?) bahkan dalam waktu seharianpun aku belum pernah bisa menyelesaikannya. Bahkan sempat aku merusak rubiks, juga melepas stiker warnanya dan juga membongkarnya dengan niat menjajarkan warnanya agar terlihat... jenius. Dan akhirnya yup... berceceran.


Awut-awutan

Ada kalimat 'menghibur' yang mengatakan bahwa kelebihan tiap orang itu berbeda-beda dan manusia diciptakan untuk mempunyai kelebihan. Tapi sampai saat ini aku belum menyadari apa kelebihanku, selain hanya bisa menghina, mengkomentari, mengkritik, aku tidak punya kelebihan yang lain.

Aug 28, 2011

L.O.V.E

Ah, geli banget mengulas ini haha. Cinta, katanya membuat seorang makhluk itu kuat, tapi kadang membuat orang lemah juga. Sadarkah ketika kita berdoa, kita meminta untuk menjaga orang yang kita cintai, baik itu orang tua, saudara, ataupun pacar. Kita takut untuk kehilangan karena kita mencintai sesuatu. Ketika kehilangan hp misalnya, kita menangis dan mengutuk orang yang mencurinya, oh memang berlebihan dan manusiawi kita merasa sakit, tapi gak ada gunanya kita melakukan hal itu bukan?

Beberapa minggu terakhir ini aku mendapatkan banyak sekali pengalaman yang sangat… sangat berharga. Awalnya aku berpikir bahwa tahun ini adalah tahun yang benar-benar sial. Banyak hal yang hilang, pergi, gagal, jatuh, kecewa… Argggh… sebeeeel. Tapi satu hal yang pada akhirnya aku yakini bahwa Tuhan menyayangiku, Dia selalu menjauhkanku dari bahaya, memberiku yang terbaik, dan memberi aku kehidupan yang damai. Liku hidupku yang ‘lurus’ memang cukup membuatku bernafas lega, melihat banyak teman-teman, tetangga, dan orang lain yang hidupnya ‘berliku’.

Aug 24, 2011

The Man Who Always There

Aku mengenalnya sejak kecil, kami tumbuh bersama. Hingga aku tau sifat dan sikapnya. Kami terpisah tumbuh ketika sekolah menengah, dan dipertemukan lagi di satu kampus. Dia mengenalkanku pada seseorang, dengan tahi lalat di atas bibirnya dan bibir yang selalu cemberut. Karena aku dan dia satu kosan jadi hampir setiap hari aku dan dia beserta Nona Cemberut, tentunya, bertemu. Suatu hari dia memutuskan untuk mengakhiri kosannya dan pp dari rumah (yang rumah kami juga bersebelahan). Tanpa orang lain tau, dan aku sendiri ragu mempercayainya, aku kehilangan seorang saudara yang ada di dekatku. Itulah perasaan yang ada ketika aku dan dia tidak bermain bersama, atau ketika aku membohonginya, perasaan... sakit. Tapi dia dan Nona Cemberut kadang suka main ke kosan, dan tanpa mereka tau aku selalu melihat mereka pulang sampai badan mereka gak nampak karena jauh, berdua, bergandengan tangan.


Sekitar setahun kemudian dia kembali ngekos dengan menempati kosanku sebelumnya dan aku pindah ke lantai 2. Pernah suatu kali aku mendengar bahwa dia dan nona cemberut putus hubungan. Kembali, hatiku merasakan perasaan sakit yang sama. Tak lama berselang mereka kembali bersama.


Suatu sore aku menghampirinya di depan rumah, dia sedang membersihkan jendela kamar dari debu, aku bertanya kapan aku bisa bertemu Nona Cemberut, dia bilang Jumat dia akan menjemput Nona Cemberut untuk berlebaran di Bandung, setelah lama tidak bertemu. Sempat dia menuliskan nama Nona Cemberut di kaca kotor "Ceuceu" lalu aku sambung dengan kata "Busuk" sambil tertawa aku pergi.

Aug 23, 2011

"I'm Just Little Girl Who's Trying To Be A Real Woman"

Suatu hari 5 tahun yang lalu aku dikenalkan seseorang oleh pamanku yang usianya lebih muda satu tahun dariku, pacarnya. Dia bilang aku cubby. Lambat laun semakin kenal dia sosok yang cerewet dan galak. Aku selalu mengejeknya, dia selalu menjawab dengan muka cemberut. Aku selalu menyindir cara berpakaiannya yang aku bilang norak, padahal gaya berpakaiannya sih biasa saja.

Pict Of You With Us

Lama kelamaan ternyata dia mengubah cara berpakaiannya, dari situ aku mengerti bahwa dia selalu mencoa untuk merubah semua hal yang aku kritik. Di setiap event keluarga dia tak pernah absen untuk ikut heboh, dia selalu berusaha untuk menjadi bagian keluarga, padahal kami sudah menganggap dia adalah keluarga. Tiap tahun dia selalu memberiku kado ketika ultah. Meskipun dia orang yang rame, tapi mimpinya sangat sederhana: aku ingin menjadi ibu rumah tangga dan mengurus anak-anakku. Aku sudah menganggapnya bibiku sendiri

Control It...!!!


Ramadan akan segera berakhir, memang tak terasa padahal di awal-awal terasa sangat lama dan penuh beban tapi saat-saat terakhir Ramadan adalah waktu yang paling menyedihkan bagiku. Di waktu kecil waktu imsak adalah waktu yang teramat berat, bagaimana tidak, ketika mendengar suara imsak di mesjid aku selalu tidak bisa mengendalikan diri untuk minum, kalau ada air segelas aku harus menghabiskannya sampai kembung, dan ketika bergerak terdengar suara air dalam perutku, kyahahaha…. Bahkan bibiku dulu sering jahil dengan terus memutar-mutar chanel radio yang imsak, sehingga berkali-kali aku harus minum. Sampai saat ini pun masih begitu, segelas dua gelas, bahkan sebotol air aku bisa habiskan.

Suatu hari di Ramadan, aku makan sampai kenyang, makan kurma, makan kue, minum susu, buah-buahan pula. Sampai imsak tiba, aku minum segelas air, dan ketika mau wudu… helliyah… I’m throw up the whole stuff, kyahahaha… dasar rakus. Tapi setelah itu aku gak kapok-kapok untuk begitu dan begitu lagi.

Aug 9, 2011

Harmonis


Puasa adalah hal yang berat bagiku, ya manusiawi jika manusia menganggapnya demikian. Aku selalu menanti hari lebaran tiba, meskipun pada akhirnya ketika hari terakhir puasa aku merasa sangat sedih. Banyak hal yang berbeda terjadi ketika bulan puasa, semuanya terasa sangat… harmonis. Yang paling berkesan adalah ketika semua orang mempunyai jadwal makan yang sama, keluarga berkumpul di depan tipi mencari channel yang paling cepat adzannya hahaha lucu sih padahal waktu adzan kan sama saja. Ketika kuliah dulu aku punya teman kost yang beragama khatolik, dia yang paling heboh saat bulan puasa. Dimulai dari ikut-ikutan sahur sampe hebohnya nyari buat berbuka, padahal aku gak terlalu suka berbuka dengan ini-itu atau sahur dengan menu variatif. Tapi dia selalu menghormati orang-orang yang berpuasa, salut juga ketika melihat spanduk besar bertuliskan “Selamat menunaikan ibadah  puasa untuk saudara-saudara kami” di depan gereja.

Menu Kolak Pisang

Suatu ketika ada seorang ibu bersama anaknya, dia berkata kalo dia kecopetan. Wajahnya linglung sambil menekan-nekan tombol hp. Dia mau ke Majalengka, ke rumahnya, dan dia bertanya apakah bisa naik angkot tanpa bayar. Lalu akupun bertanya berapa ongkos ke terminal sampai ke Majalengka. Dia terisak, suaranya parau, melihat itu aku jadi teringat mamaku, lalu aku memberinya uang yang pas sekali sesuai yang dia katakan untuk bisa sampai ke Majalengka. Lalu akupun bilang supaya cepat pulang.

Job! Not A Good Job!

Aku selalu berpendapat manusia mempunyai alur dalam hidupnya; sekolah, kuliah, kerja, menikah, punya anak, dsb. Dan sebagai manusia biasa aku ingin mengikuti alur dalam hidupku senormal mungkin. Setelah lulus kuliah pada bulan Juli 2010 dan diwisuda pada bulan Desember 2010, banyak hal setelah itu (sebenarnya gak banyak sih hihihi) yang aku kerjakan. Aku fokus untuk melanjutkan kuliah S2, tapi ternyata tidak sesuai kenyataan: aku gagal. Aku berpikir positif bahwa Tuhan menginginkanku untuk bekerja. Jadi… yup, aku melamar-melamar, aku begitu senang dengan proses ini. Tapi ternyata proses panggilan kerja dari tahap melamar itu sangat lama. Banyak juga panggilan interview yang tidak aku datangi, yaaah… karena malas tentunya. Aku selalu menimbang-nimbang perusahaan yang memanggil interview apakah ‘bermerk’ atau tidak (dasar libra). Tapi pada akhirnya aku mulai serius dengan perusahaan apapun (tuntutan pengangguran tentunya). Pada suatu hari aku dipanggil interview oleh salah satu perusahaan retail accessories Bandung yang terkenal di kalangan remaja. Maka aku berpakaian se-remaja mungkin, dengan dress kuning. Tapi ketika si mbak HRD bilang, “Karena ini perusahaan retail, maka hari libur kamu akan tetap bekerja, Idul Fitri juga.” Hah, aku kaget. Aku memang tidak pernah antusias dalam acara-acara besar karena tidak suka bertemu dengan sanak-family yang banyak. Tapi dari situ aku sadar, aku juga ingin libur ketika orang lain libur. Pekerjaannya memang bagus dan awalnya aku bersemangat, tapi pada akhirnya aku tidak antusias lagi.

Strawbelicious


May 26, 2011

The Big Window

...dan aku kembali dihancurkan waktu.

Sudah hampir setahun melakukan rutinitas yang sama tanpa terlalu ingin berubah, mungkin karena aku orang yang gampang puas diri tanpa ingin nampak lebih dari orang lain. Aku sama sekali gak punya planing untuk diriku sendiri, yang kulakukan adalah selalu punya planing untuk orang lain, memberi nasehat ini-itu, dan orang lain berubah, aku tetap... biasa.

Orang lain melihat aku yang perfeksionis dalam waktu, tapi sebenarnya aku semerawut, kacau, dan malas XD. Aku selalu berpikir waktu adalah jalan panjang, lurus, dan santai. Aku sebaik mungkin menghindari masalah, halangan, dan godaan karena aku tahu hal itu buruk dan tidak penting. Seperti ketika masih kecil aku tidak suka main petak-umpet, bersepeda, main kasti, atau main bola. Karena kupikir buat apa aku ngumpet agar dicari yang lain, bercapek-capek main sepeda, berlari-lari, atau rebutan main bola-aku tinggal minta dibelikan bola saja dan kumainkan sendiri. Ya, hidupku tanpa tantangan, dan aku lebih suka memandang teman-teman bermain dibalik jendela, mengamati. Sampai sekarang aku masih jadi seorang pengamat dan melihat orang-orang melakukan apa dan akan bereaksi seperti apa, aku tahu beberapa karakter manusia dan dia akan berakhir seperti apa. Sampai saat ini akupun tidak mengerti kenapa aku bisa dengan cepat menangkap reaksi dan perilaku bahkan sifat seseorang hanya dengan melihat wajahnya.

Ocean


Aku orang yang gampang sekali membenci sesuatu dan seseorang, lalu menghindarinya sebaik mungkin hingga aku jangan sampai terpengaruh. Aku lebih banyak berpikir negatif, karena percaya segala sesuatu lebih banyak diliputi hal negatif daripada positif.

May 6, 2011

skripsi, mimpi, semiotik, dan malaikat

Malam ini lagi-lagi aku bengong depan layar pc, tiba-tiba nyuruh Dewi 'Dee' Lestari untuk nyanyi Malaikat Juga Tahu. Sekitar setahun yang lalu, aku lagi ngubek-ngubek tema skripsi yang akan aku teliti. Pada awalnya proposalku tentang folklor masyarakat Banjar ditolak. Maka beralihlah pada sastra modern/kontemprer yang sebenarnya lebih mudah untukku menguasai objek kajiannya. Namun, disitulah masalahnya, aku sama-sekali gak punya karya sastra yang menarik untuk dikaji karena aku si bodoh yang gak suka baca. Akhirnya, temanku memberi solusi untuk ngambil karya yang terakhir aku baca, yakni saat itu kebetulan (benar-benar kebetulan aku baca novel) aku baru selesai membaca Rectoverso. Dan aku begitu terpesona oleh suara dan kalimat Dee (karena Rectoverso adalah kumpulan cerpen dan album musik).

Small Poster Available On The Book


Banyak hal yang bisa dikaji dari Recoverso, baik berdasarkan semiotik (ilmu tentang tanda), sosiologi sastra, resepsi sastra (analisis berdasarkan penerimaan karya sastra dari pembaca), feminis, stilistik (gaya bahasa), psikologi sastra, dsb (biar dianggap pinter padahal lupa-lupa inget, kyahahaha). Aku kebingungan, kesulitan, malas... malas... malas... akhirnya tekor deh 2 bulan, ahahaha. Aku menanyakan pada temanku tentang adanya transformasi dari lirik ke cerpen yang sebenarnya bagi beberapa orang adalah hal yang gak nyambung dan tidak mungkin dipecahkan berdasarkan kajian sastra, namun aku yakin pasti ada, karena sastra adalah sebuah teks, lirik adalah sebuah teks (puisi liris), sama halnya dengan drama yang memiliki teks drama yang dinamakan sastra. Aku gak pernah sesemangat saat itu, biasanya aku selalu semangat dengan tidur atau ngerumpi, juga ketika bolos kuliah.

May 5, 2011

Mari Berbisnis

Aku terlahir sebagai sims (baca: manusia) yang frugal (based on sims traits, The Sims 3 game) yakni perilaku irit dan hemat teramat sangat. Bagaimana tidak, waktu aku akan dilahirkan menuju bidan/dokter/rumahsakit/dukun/BRC, aku lahir di mobil ketika setengah perjalanan berlangsung karena saat itu mungkin aku pikir akan sangat mahal biaya persalinan. Banyak hal keiritan-keiritan yang aku lakukan yang membuat teman-temanku jengkel ketika mengajakku ke mall, nonton di bioskop, makan di cafe, atau hal-hal lain yang mengeluarkan uang yang banyak.

Akan tetapi, sifat frugal ini bukan hal yang buruk buat si Embe (baca: pacarku bukan peliharaan). Ketika teman-teman laki-laki mengeluh ketika pulang dari dating mereka akan menghabiskan separuh atau kadang seluruh uang mereka untuk mengajak jalan-jalan, makan, nonton, atau membelikan beberapa stuff untuk pacar mereka, si Embe gak perlu susah-susah kayak gitu karena aku gak suka ke mall atau keramaian; gak suka nonton dengan banyak orang; gak suka fastfood, western food or Italian food; dan gak suka boneka, coklat, dan bunga potong

Yup, memang perilaku ini sedikit menyimpang dan membuatku lebih menyukai bagaimana caranya menghasilkan uang bukan menghabiskannya. Berangkat dari itu semua, aku suka dengan bisnis, creativity, dan beberapa hal yang menghasilkan uang. Banyak usaha yang pernah aku lakukan dan semuanya tentang penjualan tentunya. Meskipun semua hal itu belum membuatku kaya, tetapi ada sense sendiri ketika menawarkan barang dan saat dagangan kita dibeli orang. Banyak diantara teman dan saudara aku yang berwiraniaga, mereka dengan kreatifvitas dan semangat menyala-nyala seperti kompor. Ada pula yang masih malu menawarkan barang dagangannya padahal yang mereka jual bukan narkoba.

Tulisan Pertamaku

Dosenku dulu pernah berkata, "Seorang penulis yang baik adalah juga seorang pembaca yang baik." Maka sangat wajar jika aku orang yang sangat kesulitan menulis karena buku bacaan saja aku gak punya, aku sangat selektif memilih buku, dimulai dari harga, lalu cover, ketebalan buku, jumlah halaman, berat buku, dan tetek bengek lain yang gak ada hubungannya dengan kualitas si buku, jadi intinya bertambahlah panggilan untukku "Penulis yang buruk, pembaca yang buruk, dan pembeli yang payah"

Bicara tentang buku dan karya tulis, serta kebodohanku dalam dunia tersebut, bertambahlah ketololanku dengan mengambil kuliah sastra -yang bakat dalam dunia tulisan, bahasa, dan sastra tidak aku miliki. alhasil, minat dan bakat yang tidak aku miliki menambah beban SKS dan beban moral serta modal yang akhirnya jadi meral pula waktu kuliahku menjadi 10 semester. Jadi, apapun bentuk ketololan, kebodohan, ataupun kesalahan, toh pada akhirnya akan terlewati juga, dari kesalahan akan jadi tahapan menuju kesuksesan, seperti halnya kita tidak akan tahu enaknya rasa manis tanpa tahu pahit itu bagaimana. Mau Pak Budiono seorang guru-pun, toh akhirnya beliau jadi wakil presiden, mau Delon jualan ember-pun pada akhirnya dia jadi selebritis, mau J.K Rowling ibu rumah tangga-pun, dia bisa jadi penulis juga.